15 Jan 2013

5 Mitos tentang Kuntilanak


Kuntilanak banyak dideskripsikan sebagai sosok hantu perempuan yang suka mengganggu dan memiliki ciri khas ketawa yang melengking. Kuntilanak juga sering disebut sundel bolong dan sering dijadikan urban legend di perfilman nasional. Berikut Kami mengulas 5 mitos tentang Kuntilanak, berikut ulasannya :
1. Wanita Hamil
Kuntilanak dalam bahasa Melayu disebut Puntianak atau Pontianak. Kuntilanak dipercaya oleh sebagian besar masyarakat berasal dari perempuan hamil yang meninggal dunia atau perempuan yang meninggal karena melahirkan tetapi anak tersebut belum sempat lahir. Nama “Kuntilanak” kemungkinan besar merupakan gabungan kata “bunting” yang berarti hamil dan kata “anak”.
2. Kota Pontianak
Nama Kuntilanak memang disebut Pontianak oleh masyarakat melayu, dan hal tersebut dikarenakan memang kata itu berasal dari nama Kota Pontianak. Menurut mitos yang beredar, pendiri Kesultanan Pontianak yang bernama Abdurrahman Alkadrie pernah diganggu oleh hantu seperti ini pada saat beliau akan menentukan tempat untuk mendirikan sebuah istana di Pontianak.
3. Wanita Cantik dan Vampire
Sosok Kuntilanak digambarkan oleh masyarakat memiliki penampakan seperti seorang perempuan yang cantik jelita. Kuntilanak ketika akan muncul,selalu diiringi dengan harum semerbak bunga Kamboja. Terkadang Kuntinalak ini menjelma menjadi perempuan cantik yang kesepian, berjalan ditempat sunyi tanpa ditemani siapapun. Konon bagi laki-laki yang tidak berhati-hati, bisa dibunuh sesudah kuntilanak tersebut berubah menjadi makhluk penghisap darah.
Cerita tersebut kemungkinan mempunyai tujuan untuk menghindarkan perempuan dari keisengan para lelaki pada saat perempuan tersebut berjalan seorang diri di tempat yang sepi.
4. Punggung Bolong dan Waru Doyong
Menurut cerita melayu, kuntilanak juga memiliki punggung yang bolong dan banyak belatungnya. Tetapi menurut cerita Sunda, Kuntilanak tidak memiliki punggung yang bolong. Makhluk yang memiliki punggung yang bolong disebut Sundel Bolong.
Kuntilanak konon juga menyukai pohon Waru sebagai tempat bersemayam, misalnya pohon waru yang tumbuh condong ke samping atau biasa dikenal dengan sebutan “Waru Doyong”.
5. Takut Benda Tajam
Berdasarkan kepercayaan dan tradisi masyarakat Jawa, kuntilanak tidak akan mengganggu wanita hamil bila wanita tersebut selalu membawa paku, pisau, dan gunting bila bepergian ke mana saja. Hal ini menyebabkan seringnya ditemui kebiasaan meletakkan gunting, jarum dan pisau di dekat tempat tidur bayi.
Menurut kepercayaan masyarakat Melayu, benda tajam seperti paku bisa menangkal serangan kuntilanak. Ketika kuntilanak menyerang, paku ditancapkan di lubang yang ada di belakang leher kuntilanak. Sementara dalam kepercayaan masyarakat Indonesia lainnya, lokasi untuk menancapkan paku bisa bergeser ke bagian atas ubun-ubun kuntilanak.

0 komentar:

Posting Komentar

 
 
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...